Lettu Arm Khoirudin Danramil 0803/12 Dolopo bersama Pemkab Madiun melaksanakan Safari Ramadhan di Wilayah Dolopo
Madiun – Tim Safari Ramadhan Pemkb. Madiun kembali melaksanakan kegiatan Safari Ramadhan di 2 lokasi. Rombongan 1 dipimpin langsung oleh Bupati Madiun melaksanakan ibadah sholat Tarawih di Masjid Baitul Muhsinin Dsn. Krajan dan romobongan ke 2 dipimpin oleh Wakil Bupati Madiun melaksanakan safari Ramadhan di Masjid Nurul Islam Al-Amin Ds. Gununsari Kec. Dolopo Kab. Madiun, Senin (5/6/17).
Bupati Madiun H. Muhtarom, S.Sos dalaam sambutannyaa antara lain mengatakan, bahwa kegiatan Safari Ramadhan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Madiun dimaksudkan untuk menjalin silaturahmi antara Pemkab. Madiun dengan warga masyarakatnya, sekaligus melihat dari dekat kegiatan keagamaan masyrakat di 15 Kecamatan utamanya pada saat bulan suci Ramadhan. Kegiatan ini dibagi menjadi tiga kelompok/rombongan, yaitu kelompok Forkopimda, Kelompok Bupati dan Kelompok Wakil Bupati Madiun. Dan masing-masing kelompok melaksanakan kegiatan safari di 5 masjid pada kecamatan yang berbeda.
Pada kesempatan ini Bupati Madiun juga menjelaskan tentang riwayat singkat Masjid Baitul Muhsinini di Dsn. Krajan Ds/Kec. Dolopo, bahwa masjid Baitul Muhsinin berdiri sejak 153 tahun silam didirkan oleh K. Muksin kala itu. Dalam perjalanan panjangnya masjid ini terus mengalami perkembangan dan renovasi hingga saat ini menjadi masjid yang megah. Bupati juga menginformasikan, bahwa masyarakat Kab. Madiun memang berbeda dengan masyarakat yang berada di daerah timur yang memang Kiyainya besar dan fuel power. Sedangkan di wilayah Kab. Madiun kondisinya ya seperti yang kita lihaat saat ini. Apalagi pada waktu itu Kab. Madiun diopinikan sebagai daerah PKI. Tetapi sebenarnya hal itu salah sama sekali, maka dari itu H. Muhtarom, S.Sos sebagai Bupati Madiun yang meneruskan perjuangan pendahulu ingin merubah , bahwa Kab. Madiun bukan daerh PKI tetapi daerah korban PKI. Bahkan Kab . Madiun sendiri dari sejarahnya sistem pemerintahannya dari Demak, sehingga tidak mungkin Kab. Madiun sebagai daerah non agamis. Bahkan diwilayah Kab. Madiun ini banyak berdiri Pondok Pesantren meski tidak sebesar seperti yang berada di daerah timur.
Kec. Dolopo merupakan salah satu basis wilayah pengembang agama Islam dan salah satunya adalah Masjid Baitul Muhsinin di Dsn. Krajan Ds/Kec. Dolopo. Sehingga disekitar Dolopo ini apabila sudah memasuki bulan suci Ramadhan sudah banyak sekali kegiatan keagamaan dilaksanakan. Bahkan pelaksanaan Idul Fitri disekitar Dolopo ini berlangsung hingga Bodo Kupat, saat itu para Kiyai masih banyak di datangi oleh santri-santri untuk bersilaturahmi dan berhalal bihalal. Ini sudah menjadi tradisi masyarakat Dolopo, bahkan Bupati Madiun merasa bahwa dirinya juga mendapatkan berkahnya. Untuk itu pada saat Idul Fitri beliau tidak pernah keluar kota, tetapi dimanfaatkan untuk bersilaturahmi dengan santri dan masyarakat Kab. Madiun.
Terkait dengan masalah keamanan lalu lintas, Bupati Madiun menghimbau agar masyarakat berhati-hati karena saat ini jumlah pengguna jalan semakin ramai dengan kondisi jalan yang bagus. Hindari kebut-kebutan dijalan karena kalau sampai terjadi kecelakaan akan berakibat fatal. Seperti kita ketahui bersama, bahwa jumlah kendaraan bermotor setiap bulan mengalami peningkatan rata-rata sekitar 1500 unit. Untuk itu kita harus selalu berhati-hati dan mengalah saat dijalan raya demi keselamatan kita. Diinformasikan, bahwa di Jawa Timur rata-rata orang meninggal dunia akibat kecelekaan kisaran 14 orang, sehingga kalau diakumulasikan seperti korban perang. Apalagi kalau ditambah dengan korban penyalah gunaan Narkoba yang rata-rata setiap hari mencapai 50 orang di Indonesia. Untuk itu orang tua dihimbau untuk mengawasi anak-anaknya, jangan sampai kita kehilangaan regenerasi.
Tidak lama lagi setalah kita berpuasa Ramadhan akan datang lebaran Idul Fitri, Bupati Madiun menghimbau agar masyarakat tidak gupuh untuk menyambut datangnya Idul Fitri, jangan mengada-ada, seadanya saja jangan kemrungsung. Kalau untuk merayakan lebaran dengan mengada-ada dikhawatirkan akan merepotkan diri sendiri, yang paling penting adalah silaturakhim yang menjadi hak adam untuk saling memaafkan.
Terkait dengan keamanan, Bupati H. Muhtarom, S.Sos mengingatkan agar saat akan meninggalkan rumah menuju masjid untuk beribadah hendaknya pastikan kondisi rumah aman. Kunci pintu rumah, matikan listrik yang tidak berguna dan juga matikan kompor. Meski sepele ini penting karena kalau kita lengah akan berakibat fatal dan merugikan diri sendiri.
Usai melaksanakan Ibahah sholat Tarawih dan Sholat Witir berjamaah dengan Ulama dan masyarakat Wakil Bupati Madiun Drs. H. Iswanto, M.Si berkenan menyerahkan bantuan uang untuk perawatan Masjid Nurul Iman sebesar Rp.2.500.000,-, bantuan kepada 5 orang kaum duafa masing-masing menerima Rp.200.000,- dan juga bantuan Al-Qur’an, (mc0803)
